Bagaimana cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia? (part 1)
Bagaimana
cara mengentaskan kemiskinan di Indonesia? (part 1)
Kemarin teman saya
bertanya kepada, “ Hai Wisnu bagaimana
cara agar Indonesia menjadi negara
yang maju bagaimana cara agar dapat mengentaskan
kemiskinan yang sudah mengakar di Indonesia ini? ”. Saya pun terkaget karena
mendapat pertanyaan yang menurutku sangat sulit padahal saya seorang yang bukan
dari jurusan ekonomi tetapi dari jurusan sastra. Walaupun begitu harus tetap
saya jawab dengan sedikit ilmu sastra dan ilmu finansial yang say abaca dari
buku-buku jualan saya.
Oke pertama Saya akan
mencoba menjawab itu dengan menguraikan pola mengapa dilanjut dengan membahas pendidikan, di Indonesia..
Jujur saja memang sulit jika ditanya
bagaimana?, tetapi kenapa kita tidak
memulai dulu dari mengapa ?, mengapa Indonesia masih menjadi negara berkembang,
dimana masih ada warga yang berada dalam garis kemiskinan. Ketika saya bertanya
mengapa itu berarti kita harus ada niat dulu untuk menjadi kaya dan itu harus
dilakukan secara personal atau individu. Saya berpendapat bahwa sebenarnya
orang miskin itu menjadi miskin karena dia berada pada suatu lingkungan yang
sama dimana kata-kata yang sering diucapkannya pun akan sama dan berat, semisal
saya tidak dapat membeli itu karena sangat mahal..., ah kita cuman orang miskin
kita tidak sanggup membayar itu semua...dan kata-kata negative yang terus
mereka ucapkan itu sebenarnya sudah mempengaruhi pikiran mereka untuk tetap
menjadi miskin.
Dimulai dari mengapa
secara individu, itu yang pertama yaitu mental atau pikiran mereka, kedua tentu
saja peran pemerintah. Saya melihat sejak dahulu kapan system pendidikan kita
berubah, apakah sekarang sudah menjadi lebih baik atau apakah system pendidikan
kita masih selalu pada tahap coba-coba untuk menemukan yang terbaik. Saya
melihat system pendidikan terutama sekolah negeri yang menurutku masih
menggunakan cara lama atau tradisional dalam melaksanakan pendidikan.
Saya pernah membaca
kalimat menarik dalam bahasa inggris dari seorang bapak Investor dunia, “
Kenapa saya bersekolah jika ketika saya keluar saya tidak belajar apapun tentang uang “. Inilah yang menjadi
masalahnya, system pendidikan kita salah satunya tidak mengajari kita untuk
belajar secara intens tentang ilmu uang, seperti bagaimana cara menabung yang
baik, berinvestasi, menangani hutang dan sebagainya. Menurutku ilmu tentang
uang harus wajib ada seperti adanya pelajaran wajib bahasa Indonesia atau
bahasa Inggris. Pelajaran tentang uang jauh lebih penting ketika seorang murid
lulus dari sekolah, karena saya yakin dia akan menghadapi suatu masalah ketika
menyangkut tentang uang. Masalah uang itu nyata karean setelah murid itu lulus
dia akan berhadapan dengan dunia kerja yang keras dan sekali lagi kenapa kita tidak pernah diajari oleh guru
kita sebagai pelajaran wajib?
Jika jawabannya belum
ada guru yang relevan tentang hal itu, kenapa pemerintah tidak memulainya dari
sekarang. Bagi saya pendidikan jauh lebih penting dari pada apapun karena orang
yang berpendidikanlah yang pastinya akan bisa memajukan bangsanya. Tetapi kita
tentu harus melihat dulu pendidikan yang seperti apa, karena sekarang
pendidikan masih menerapkan system tradisional dimana pelajaran hanya
seperangkat ilmu yang bisa dibuat bisnis malahan seperti dengan adanya
bimbingan belajar yang semakin lama semakin banyak. Pendidikan sekarang tentu
lebih mengutamakan nilai, terutama dengan adanya Ujian Nasional pastinya akan
semakin berat sekali untuk itu. Jika ditanya jadi apakah saya harus tidak
sekolah, tidak saya tidak juga menyarankan untuk tidak sekolah karena dengan
sekolah kita jadi bisa membaca, menulis dan berhitung itu kemampuan dasar yang
harus dikuasai dulu. Saya hanya mencoba memberikan saran bahwa pendidikan saat
ini masih belum cukup untuk membuat orang bisa menjadi kaya, perlu ada system pendidikan
yang cocok dimana tentu harus ada pendidikan wajib tentang pelajaran uang
seperti saya kemukakan di atas.
Menurut saya itu salah
satu solusi terbaik di sektor pendidikan
jika Indonesia ke depannya ingin bisa minimal menjadi negara yang maju dan tentu menjadi
negara maju tidak bisa dilakukan dalam waktu singat seperti seminggu atau setahun. Menjadi negara
maju dan mengentaskan kemiskinan di Indonesia butuh waktu yang sangat lama,
jika anda anda melihat AS saja sebagai Negara adikuasa, di sana masih ada
rakyat yang miskin, ingat Negara yang sudah maju seperti AS pun masih ada
rakyat yang mskin, kenapa bisa begitu. Saya akan membahasnya di bagian kedua.
Terimakasih semoga
tidak pusing.hehe


