Kekhawatiran dan Ketakutan manusia
Kekhawatiran dan Ketakutan
Ada
selalu kehawatiran dalam diri saya sebenarnya. Kekhawatiran tentang apakah yang
kanterjadi pada saya, apakah yang terjadi dengan market besok, atau apakah yang
terjadi dengan bumi dan segala isinya. Mungkin bisa saja besok akan kiamat, besok
market akan crash dan saham-saham turun drastic semua. Segala kekhawatiran
tersebut menurut saya tentu menjadi hal yang lazim bagi diri kita. Kita merasa
takut, khawatir dan membuat kita merasa tidak nyaman. Dan pada akhirnya kita
hanya berdiam diri, berada pada zona nyaman dan tidak melakukan apapun karna
kita merasa khawatir dan takut.
Beberapa orang yang
terbiasa selalu tertantang, selalu berpetualang mencoba hal baru tentu masalah
khawatir dan takut ini menjadi kecil, tetapi bagi beberapa orang yang tidak
terbiasa tentu hal ini menjadi sesuatu yang sangat besar. Sebagai contoh
seseorang pegawai swasta yang dalam kesehariannya merasa nyaman di tempat kerja
selama bertahun-tahun, berangkat kantor, bekerja lalu pulang tentu jika suatu
saat dia dipecat esok harinya hal itu akan menbuat dia sangat kesulitan dan
bisa menjadi kekhawatiran yang sangat besar bagi dirinya. Hal itu terjadi
karena dia belum siap secara mental dan fisik tentang dirinya bahwa sebenarnya
dia mampu untuk bisa lebih melakukan hal baru di tempat yang baru. Namun karena
dia terbiasa berada dalam sangkar yang nyaman tentu jika sangkar itu dilepas
dan tidak ada akan membuat dia kebingungan, khawatir dan ketakutan.
Begitulah yang ke
depannya akan dirasakan seseorang saat dia dipecat atau keluar dari sebuah zona
dimana dia terbiasa untuk melakukan kebiasannya tersebut. Pada akhirnya kita
harus percaya pada diri kita sebenarnya, tentang kekuatan yang kita miliki.
Kenapa saya menulis kisah ini adalah saya berfikir bahwa apakah jika saya nanti
juga keluar dari zona atau kantor kerja saya yang dimana saya terbiasa berada
di sana, seandainya nanti saya keluar dari sana apa yang akan terjadi?. Dan
inilah yang saya rasakan pertama yaitu kebingungan, kekhawatiran, dan
ketakutan. Rasanya ingin kembali ke sangkar yang dulu tapi tidak bisa. Mencoba
melangkah tapi bingung dan masih tak tentu arah. Alhasil hanya ketakutan yang
membuat kaki tak bisa melangkah.
Kembali pada
kekhawatiran tersebut. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk membuat sebuah
langkah kecil, mencoba sebuah misi kecil yang terlihat mustahil. Walau rasa
takut masih membelenggu diri ini, takut akan salah, takut akan gagal. Tetapi
aku mencoba untuk bisa berubah, mencari jati diri saya, mencari apa yang
sebenarnya ingin saya lakukan. Bahkan jika itu membutuhkan waktu seumur hidup
saya untuk dapat menemukannya.
